Senin, 09 Juli 2007

Ayahku Sayang

Aku masih teringat betul ketika aku masih kecil ayah selalu yang mengurusku, walau ayah sebetulnya hanyalah ayahku tiri, tetapi sayangnya kepadaku betul – betul melebihi almarhum ayah kandungku sendiri. Dari umur 7 bulan aku diurusnya, dimandikan, disuapin pokoknya diurus selayaknya seorang ibu mengurus anaknya, ini disebabkan mama-ku bekerja dikantor dan ayah berwiraswasta. Yang aku ingat betul kalau tidur aku selalu minta dikeloni ayah, hal itu sampai aku umur 12 tahun, bila ayah tidur aku didekapnya dan pada umurku yang ke 9 tahun aku merasakan didekap dan disayang sebab memekku selalu dielus-elus ayah.

Sewaktu aku umur 11 tahun dan aku duduk dikelas 6 SD, aku minta diajari ayah matematika dan ayah selalu mengajariku, tetapi pada malam itu ayah memegangi memekku dan rasanya betul2 enak sekali, aku betul merasakan nikmat sampai keluar cairan dari memekku sehingga membasahi celana dalamku bahkan sampai kepahaku, dengan sayangnya ayah menyekanya dengan sapu tangannya lalu saya disuruhnya istirahat tidur.

Bangun pagi kepalaku pusing dan berat, sampai aku membolos sekolas, aku betul2 merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan semalam. Semenjak itu aku semakin dekat dengan ayah dan mersa lebih menyayanginya, bahkan aku belum tidur sebelum ayahku mengajakku tidur.

Pada suatu saat seperti biasanya aku diajak berenang oleh ayah dan aku masih taraf belajar aku diajari ayah berenang tetapi ayah saya minta memegang pahaku dan seperti biasa ayah memegang memekku, hal tersebut aku nikmati, jadi bukan belajar renang tetapi aku betul2 menikmati rabaan ayahku.

Selesai berenang aku diajak ayah kekamar ganti pakaian, aku telanjang bugil (maklum anak kecil), ayah lalu mengelap badanku dengan handuk, seluruh badan dilap sampai kering dan tiba2 aku disuruh duduk dibangku, kakiku dibuka ayah memekku diraba aduh enaknya dan cairan mulai keluar dari memekku, lalu ayah jongkok dijilatinya memekku, aaaccchhhhh.....” aaaaacchhhhh........”
aku merasakan lebih enak, yang akhirnya badanku terasa seperti melayang sampai2 aku dekap kepala ayahku, aaacchhhh........,” ayaaaahhhh.........”

Sewaktu aku mulai masuk SMP aku kalo berangkat bersama-sama ayah, sebab arahnya satu jalan kearah tempat kerja ayahku, setiap pagi aku betul2 senang sebab sambil menyetir mobil tangan ayah selalu mengelus-elus pahaku, eemmmhhhh......” betul2 enak.

Pada umurku yang ke 14 kebetulan mama-ku pergi keluar kota menengok saudaranya yang baru beli rumah, aku berdua dengan ayah dirumah. Waktu malam hujan turun deras sekali dan aku merasa takut lalu aku minta ayah menemaniku tidur dikamarku, wah aku betul2 merasa aman dalam dekapan ayahku, sampai aku tertidur pulas, aku merasakan memekku ada yang mengelus, betul2 enak dengan memekku yang masih belum numbuh rambut masih polos. Aku terbangun tetapi diam saja sebab aku tahu ayahlah yang meraba.

Semakin lama semakin enak, sampai - sampai cairan dimemekku keluar aduh aku betul - betul tersiksa rasanya, aku beranikan diriku aku raba Titit ayahku, aduh aku kaget betul - betul besar sekali, baru sekali inilah aku megang Titit. Dengan sabar bajuku dibuka ayah (sebab kalau tidur aku tidak pernah pakai BH, walaupun Buah dadaku masih kecil) setelah terbuka leherku mulai dicium ayah dan aku betul2 terangsang, tahu2 Buah dadaku dicium, dijilatnya aduh enaknya eeehhh malah diemut aduh maakkk!! aku tak tahan, tanpa aku sadari keluar suara dari mulutku aaaaccchh......”. uuugghhh........” aaaaacccchhhh.....”

Rupanya ayahku jauh berpengalaman, di tariknya CD ku pelan - pelan dan setelah terbuka sampai aku betul - betul bugil pelan – pelan dari toket yang dicium turun ke perut terus ke paha teruusss pelan - pelan dibukanya kakiku yang kecil dengan sayang dijilatinya memekku, aku tarik rambut ayah saking enaknya dan ayah pun tahu aku mulai merasakan lalu posisinya dirubah kakiku dikangkangkan dan pelan - pelan kepala Tititnya digosok-gosokkan dibibir memekku aduuuuuhhhh.....” aaaayyyaaaaahhhhh.......,” rintihanku dengan lembut ditekannya Titit ayahku kelubang memekku aduh ngilu campur geli rasanya, lalu dielus - eluskan lagi kepala Titit ayahku di bibir memekku setelah itu aku terangsang lalu ditekannya lagi dengan lembut, lama - lama sssrrrreettt kepala titit Ayahku masuk, ayaaaahhh.....!” rintihku dan ayah mencabutnya lagi lalu digosok-gosok lagi sampai aku terangsang lagi dan ditekannya lagi, ber-kali - kali hal tersebut dilakukan ayah, lama - lama aku betul - betul merasakan enak yang selama ini belum pernah aku rasakan, yang akhirnya aku menggelinjang dan kupeluk ayah aaaayyyyyaaaahhhhh......,” uuuggghhh......,” aaayyyyaaahhh......,” aaaaccchhhh......” aaayyyaaahhh.....” eeeennnaaaak.......!” dan terasa hangat didalam memekku, rupanya semprotan air mani ayah.

Aku terasa ngantuk sekali, lama Titit ayah didalam memekku setelah mengecil baru ayah cabut dan dijilatinya memekku, sampai aku terangsang lagi aduh ayah....” “Devie minta lagi, pintaku , ayahpun melayaniku lagi, aduh enak ayah, sampai - sampai aku tertidur dalam entotan ayahku. Pagi aku bangun pakaianku sudah terpakai dibadan, rupanya ayah semalam yang mengenakannya dan ayah sudah membuat- kan minum hangat untukku serta sarapan pagi, kebetulan hari itu hari minggu, setelah minum dan makan aku ajak ayahku sayang tidur lagi dan terjadi lagi seperti semalam. Jadi selama mama pergi kami selalu melakukan dengan ayah, demikian juga setelah mama pulang kami masih sering sembunyi - sembunyi melakukan gituan ( Hubungan Seks ). Bahkan sama teman cewek yang sudah punya punya cowok kalo mereka melakukan gituan aku ikut nimbrung.

Sekarang aku sudah 16 tahun dan kelas 2 SMU akan naik ke kelas 3, masih aku sering minta ayah melakukan itu untukku dan ayah tidak pernah menolaknya.

Terima kasih ayah ku sayang, engkau telah membesarkanku dan engkau pulalah yang mendewasakanku, aku sulit melupakan.

1 komentar:

allan mengatakan...

ayh,jngn ma ayh doank dnk.w pngn donk ngesex ma u!!!leh g,kalo leh call me w di 021-91723019
atau add fs aq di depan_belakangkena@yahoo.com