Senin, 09 Juli 2007

Dihari pertama masuk SMA

Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Siska, Farida dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Siska. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar.

Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Siska di Pondok Indah. Rumah Siska besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Siska, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Siska, dengan cueknya Siska, Farida dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Siska mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya..

"Gile, jembut Mega lebat banget"
Kontan Siska dan Farida menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.

"Dicukur dong Mega, enggak malu tuh sama celana dalam?" kata Farida.
"Gue belum pernah cukur jembut" jawabku.
"Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau" kata Siska.

Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Siska. Farida dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Siska menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Siska masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.

"Kurang pendek, Mega. Abisin aja" kata Siska.
"Nggak berani, takut lecet" jawabku.
"Sini gue bantuin" kata Siska.

Siska lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Siska membuka lebar kaki ku lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar memekku. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Siska menyentuh memeekku. Dengan cepat Siska menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah memekku. Tak terasa dalam waktu 5 menit, Siska telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.

"Bagus kan ?" kata Siska.

Saya menengok ke bawah dan melihat memekku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Siska lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.

"Mega, elo masih perawan ya?" kata Siska.
"Iya, kok tau?"
"Memek elo rapat banget" kata Siska.

Sekali-kali jari Siska membuka bibir memekku. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Siska melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan memekku.

"Ooh, Siska, geli ah"

Siska nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus memekku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Siska dan Siska menjadi semakin agresif memainkan jarinya di memekku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat memekku.

"Memek kamu wangi"
"Jangan Siska" pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat.

Siska menjilat memekku. Bibir memekku dibuka dan lidahnya menyapu seluruh memekku. Klitoris/itilku dihisap dan dijilat dengan lembut sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Siska di memekku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Siska mulai naik kearah perut lalu ke buah dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Siska berikutnya. Dengan lembut tangan Siska membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Siska. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Siska mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil..

"Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?"

Siska tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Siska. Oiya, orang tua Siska sedang keluar negeri sedangkan kakak Siska lagi keluar kota karenanya rumah Siska kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Siska membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Farida dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Siska juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.

"Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6" kata Nia.
"Iya sama dong, tetapi gue horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh" kata Mega.
"Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Angga. Sering banget gue bayangin Tititnya dia muat enggak yah di memek gue. Sorry ya Siska, gue kan tau Angga cowok elo" kata saya sambil tersenyum.
"Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Farida dan Nia juga horny" kata Siska. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama.

Di hari Senin setelah pulang sekolah, Siska menarik tangan saya.

"Eh Mega, beneran nih elo sering mikirin Angga?"
"Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?" tanya saya.
"Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja" kata Siska.
"Pernah kepikiran enggak mau ML?" Siska kembali bertanya.
"Hah? Dengan siapa?" tanya saya terheran-heran.
"Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Angga dan Angga mau aja ML dengan kamu"
"Ah gila loe Siska" jawab saya.
"Mau enggak?" desak Siska.
"Terus kamu sendiri gimana?" tanya saya dengan heran.
"Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?" kata Siska.
"Ya boleh aja deh" kata saya dengan deg-degan.
"Mau sekarang di rumahku?" kata Siska.
"Boleh"

Saya naik mobil Siska dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana , saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Siska dan Angga muncul dari balkon kamar Siska. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.

"Halo Mega" kata Angga sambil tersenyum.

Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Angga memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Angga sendiri tinggi dan tegap. Angga masih campuran Jawa Sumatra sehingga terlihat sangat tampan.

"Hayo, langsung aja. Jangan grogi" kata Siska bagaikan germo.

Angga lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Angga dan kita berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Siska dan saya melihat Siska sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Angga mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C. Saya membuka BH-ku sehingga Angga dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu memekku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Angga di selangkanganku. Angga lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Angga membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat Titit Angga yang besar. Selama ini saya membayangkan Titit Angga dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri Titit Angga yang berdiri tegak di depan mukaku. Angga menyodorkan Tititnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum Tititnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh Tititnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang Titit itu.

Saya merasakan tangan Angga kembali memainkan memekiku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Angga dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati Tititnya dihisap. Saya melirik ke Siska dan Siska ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Angga lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.

Saya agak bingung karena melihat Siska bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Siska kembali menjilat Memekku. Nafasku memburu dengan hebat menikmati jilatan Siska di sekitar bibir memekku. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Angga yang sedang menyetubuhi Siska dalam posisi doggy style sedangkan Siska sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati memekku.

Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Angga yang tampan sedang sibuk ngentot dengan Siska. Gairah wajah Angga membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Siska menjilat memekku dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Angga ke tubuh Siska. Tidak berapa lama, Angga menjerit dengan keras sedangkan Siska tubuhnya mengejang. Saya melihat Titit Angga dikeluarkan dari memeknya Siska. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.

Angga terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke memekku. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Angga dengan mata liar mendorong Siska ke samping lalu ia menghampiri diriku. Angga mengarahkan Tititnya yang masih berdiri ke mememku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Angga masuk ke memekku. Saya mendesah menahan pada saat Tititnya Angga yang besar mencoba memasuki memekku yang masih sempit. Siska meremas buah dadaku untuk membantu memberikan sensasi kenikmatan.

"uuuugghhh, tunggu dong, nga pas nih" keluh saya.

Angga mengeluarkan sebentar tititnya kemudian kembali ia masukkan ke memekku. Kali ini rasanya lain berganti nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Titit Angga terasa seperti memenuhi seluruh memekku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Angga yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Angga sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Angga meremas pantatku.

"Enakan Mega, enggak usah ditahan" katanya dengan lembut.
"mmmmmhhh iya, Kak enak nih Mega" kata Siska sambil tertawa. Saya ikut tertawa.

Siska berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan cowo dan cewe dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Siska menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.

Saya merasakan tangan Angga yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Siska membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Siska yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Angga mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa orgasme kurang lebih 4 kali. Angga mengeluarkan Tititnya dari memekku lalu aku dan Siska langsung menghisap Tititnya dan menelan semua air mani dari titit Alex.

Saya melihat Angga meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Siska. Saya melihat Titit Angga yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali Cow ejakulasi pasti Tititnya akan lemas? Kenapa Angga tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Angga memakan semacam obat yang dapat membuat tititnya terus tegang.

Setelah minum obat, Angga menyuruh Siska berbaring ditepi tempat tidur lalu Angga kembali ngentot dengan Siska dalam posisi missionary. Siska memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Siska. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Siska.

Saya menindih tubuh Siska tetapi karena kaki Siska sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Siska. Saya langsung mencium Siska dan Siska melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Angga menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan memekku.

Saya menggumam saat jarinya mencoba dimasukan ke lubang memekku tetapi Angga tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Siska mendesah dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Angga kembali tumpah dalam memeknya. Saya mencoba turun dari pelukan Siska tetapi Siska memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Angga kembali menyodorkan tititnya ke memekku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Siska dan tidak bisa menolak menerima tititnya Angga.

Angga kembali memompakan Tititnya dalam memekku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas tapi aku jadi ketagihan akhirnya saya pasrah saja dientotin Angga dengan hebatnya. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali Titit Angga keluar masuk dalam memekku sedangkan Siska terus menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Anga ngentot dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari Titit Angga memenuhi memekku dan Angga Mendesah dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot memekku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Siska dengan keras menikmati sensual dalam diriku.

Angga lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Siska menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Angga sedangkan Siska disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Siska.