Senin, 09 Juli 2007

Home Sweet Home

Namaku Eko, aku tinggal di Jakarta Selatan. Aku mau menceritakan pengalaman SEKSku di rumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak, namanya Dewi. Kak Dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171 cm, kulit putih bersih, dadanya kira-kira 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari, tepatnya malam minggu. Waktu itu mama dan papaku sedang pergi. Aku sendiri juga lagi malas di rumah. Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku. Jadi dirumah hanya Kak Dewi sendirian yang lagi nungguin pacarnya. Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar. Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar (jalan2) sendirian. Setelah puas jalan jalan aku pun pulang. Sampai di rumah kulihat ada kendaraan pacar Kak Dewi di depan rumah. "Aduh.. jagain orang pacaran nih..", pikirku. Aku langsung masuk ke teras. Tapi aku terkejut. Kulihat Kak Dewi sedang ditunggangi oleh pacarnya (lagi dientotin). Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainan mereka. Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut. Apalagi melihat Kak Dewi yang sedang bugil dan mendesah desah.

Aku memperhatikan mereka sambil mengelus-elus Tititku. Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga. Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua. Setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah. Kutegur sapa mereka dan aku langsung masuk ke kamarku. Di kamar aku terus membayangkan Kak Dewi. Selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang. Kulihat Kak Dewi masuk ke kamarnya. Lalu aku duduk sendirian di ruang tengah. Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar Kak Dewi.

Rupanya Kak Dewi sedang ganti baju. Dia terkejut melihatku. "Ngapain kamu?", tanyanya. "Tadi Kakak ngapain sama cowok kakak?", aku balik bertanya. Dia hanya diam. "Emang kamu tahu?", tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. "Jangan bilang siapa-siapa ya..!", katanya lagi. "Oke... tapi Kakak harus mau begituan juga sama aku!", ujarku. "Kamu mau juga ya...", katanya manja. Dia lalu menarikku ke tempat tidur. Dibukanya bajunya, lalu dibukanya juga bajuku. Langsung dielusnya Tititku. Rasanya enak sekali. Diisapnya Tititku sampai kusemprotkan spermaku di dalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya. Lalu Kakaku menyuruhku untuk menjilati memeknya .oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh.. terus.... nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi memeknya. oh... ahh... enaaak... erangnya. Nafsuku naik lagi. Tititku mulai berdiri lagi. Masukin aja... Ko Tititmu pintanya. Lalu kumasukin Tititku dan memompanya. Rasanya enak sekali, Tititku dijepit oleh otot Memeknya. ahh.... terus.... sayang.... jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas, dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tanganku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar... erangku. Tahann... sayang.... ujarnya. Lalu ahh.... agh.... oh... Kak Dewi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot... crot... kusemburkan spermaku didalam Memekya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan. "Makasih ya Kak.. betul-betul nikmat", ujarku sambil meremas payudaranya. "Iya.... kamu hebat juga", katanya "Maukan Kakak beginian lagi..?", tanyaku "Kapan aja kalo kamu pengen", ujarnya sambil tersenyum.

Aku langsung keluar dan masuk ke kamarku. Aku senang sekali. Aku terus minta jatah sama Kak Dewi. Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah, kulihat pintu kamar kak Dewi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu. Ah… jangan sekarang ! ada Mama tuh! ujarnya. Tapi aku tak peduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya. Kak Dewi mendesah. Lalu dia bangkit, menimpaku sambil berbalik. Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya Tititku. Aku pun menjilati Memeknya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat, tiba2 pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut. Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum.

Mama masuk dan menutup pintu. Muka Mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan kak Dewi hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. ”Maafin kami ma!, ini salah Eko. Eko yang ngajak Kak Dewi. Soalnya Eko lagi terangsang! ujarku. “Kenapa harus Kak Dewi ?”, tanya mamaku. “Daripada dengan PSK lebih baik dengan aku, Ma!” sambung Kak Dewi “Lagi pula aku juga mau kok”, ujar kak Dewi membelaku. “Terserah Mama mau marah, kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan”, ujarku. Mamaku terdiam sejenak “Ya.., udah terserah kalian. Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!”, ujarnya. “Satu hal lagi Eko, jangan sampai kak Dewi hamil”, katanya sambil menatapku. “Ya…udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu”, ujarnya lagi.

Aku dan kak Dewi saling pandang. Lalu kami lanjutkan permainan kami. Aku mulai merangsang Kak Dewi lagi. Kujilati payudaranya. Lalu kujilati Memeknya. Ah…ssst.. mmmh.. desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan Tititku ke liang Memeknya dan kugoyang. Akkh…ohh…ngghh…ah.. ah…desahnya. Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhhhhhhh……ahhhhh ….akhhkhhh…., jeritnya panjang. Kurasakan kak Dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku. ck .ckk.. ck…suara kocokan Tititku di Memeknya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. ”Mau keluar nih..”, jeritku “dimulutku aja!”, ujarnya sambil menahan sodokan Tititku, kucabut Tititku. Kak Dewi langsung menggenggam Tititku dan mengocoknya dalam mulutnya. Crott.. crot…crot…crot kusemburkan spermaku ke mulutnya sebanyak 8 kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas, dan Kak Dewi menjilati Tititku untuk membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya.

Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan kak Dewi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah, walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk ke kamarku. Di kamar aku masih memikirkan kejadian tadi. ”Mama tidak melarang aku ngeseks dengan Kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan MAMA”, pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitness. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke (bukan membanggakan). Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan, aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.

Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku. Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ke tempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek Tititku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “Ngapain kamu, Eko?”, tanyanya. “Pengen ngeseks sama mama”, jawabku manja. Aku langsung memeluk dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kuangkat Dasternya. Wow ..mama tidak pakai BH hanya pakai celana dalam. Payudaranya besar (lebih besar daripada punya Kak Dewi. kak Dewi aja 36B) dan masih kencang. Memeknya montok banget nga ada bulunya lagi terlihat karena cdnya transparan. Pantas papa sayang terus sama mama. Aku langsung meremas payudaranya, menjilatinya dan menggemutnya. Mama hanya mendesah kecil. “Jilatin anu mama ya…. Sayang kayak Kak Dewi tadi…”, pintanya sambil meraba Memeknya. Aku lalu menjilati Memek mamaku sambil memainkan klitoris/itilnya dengan ujung lidahku. Ahh…terus…. sayang…. okh.. e. na. k……desah mama. Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya. Agar aku terus menjilati Memeknya. 10 menit lidahku menari di Memek mamaku dan akhirnya mamaku orgasme juga.

Kurasakan cairan hangat di lidahku. Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang. Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan keTititku. Lalu dikulumnya Tititku dengan nikmat. ohhh…rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak daripada kak Dewi. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua Tititku beserta bola keranjangku. Yang paling sensasional kurasakan saat mama mengocok Tititku sambil menjilati lubang duburku. Wow benar2 asyik dan nikmat. Aku sampai merinding kenikmatan.

Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku. Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “Wah.. benar-benar nikmat ma…”, ujarku. “Mama jago istong (isap totong)”, pujiku “Kamu juga jago jilatannya, mama sampe merinding”, ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat, lagian papa jarang mau jilatin memeknya mama”, ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?”, tanya mamaku “Iya dong…aku kan mau ngerasain anunya mama!”, ujarku sambil melihat Memeknya. “Mama juga mau ngerasain sodokan Tititmu!”, jawabnya manja. Lalu mama mengajakku ke kamar mandi, untuk membersihkan memeknya dan Tititku. Kuhidupkan air di bathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu Mama, kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya.

Kami berdua sangat bernafsu, terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan Kak Dewi. Aku sudah nggak tahan untuk memasukkan Tititku ke lubang Memek mama. Kutusukkan Tititku dan bless.. amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa Tititku menghujam Memek mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub. Ohhh…yeahh…. ahhh…. jerit mama. Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi menyamping dengan posisi kaki belipat ke arah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok Memek mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta doggy style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub. Kusodok Memek mama dari belakang. Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan, meremas payudaranya.

”Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang. Oh… ahhhk…… oh… nikmat… mama mendesah.

Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan di washtafel. Kumasukkan Tititku lagi dan kugoyang lagi. sekitar 1 menit, kuangkat Mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi. Kakinya mengangkang dan aku mulai menggenjotnya lagi. Shh.. ohhh…. akhh….. mama terus menjerit merasakan nikmatnya. Dan ohhh….. ahh……. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.

Aku terus bergoyang. Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku di dalam rahim mama tempat aku dikandung dulu. Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. “Makasih ma…. permainan Mama sangat hebat”, pujiku “Mama mau kan…ngeseks sama Eko lagi…?”, tanyaku. Mamaku tersenyum dan mengangguk “Asal… jangan ketahuan Papa ya…..!”, katanya. Aku cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub. Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya, aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi. Kulihat Papa dan kak Dewi sedang sarapan, sedangkan Mama sedang di dapur. Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “Aduh…. kamu nakal ya…”, ujarnya. Kubuka celanaku dan kukeluarkan Tititku yang tegang. Kugesekkan ke alur pantat Mamaku. “Ma…ayo.. dong…”, bujukku “Gak.. ah…ntar dilihat papa!”, tolaknya “Please…..”, rayuku “Isap aja ya….”, tawar mamaku “Ya.., deh..!”, sahutku lalu Mama jongkok dan mengisap Tititku. Mataku meram melek menahan nikmatnya. Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama.

Lalu aku mandi dan berangkat kuliah. Di kampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah. Kupanggil Kak Dewi dan Mama kekamarku. “Gimana…. kalo kita main bertiga”, usulku “Hah..!!!”, jawab Mama dan kak Dewi serentak. “Aduh.. nih…anak.. nafsu amat ya…”, ujar Mamaku “Kayaknya asyik juga tuh.”, sahut Kak Dewi. Kak Dewi langsung membuka bajunya. Dan menimpaku. Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap Tititku sambil menjilatinya. Sedangkan aku menjilati Memeknya Kak Dewi. Lalu kusuruh Mama tidur telentang sambil mengangkang. Kujilati Memek Mama dan Kak Dewi menjilati dan meremas remas payudara Mama. Sssst….. enaaak…. ahhh….. erang mama. Lalu gantian, kujilati Memek kak Dewi dan Mama menjilati payudara kak Dewi. Aku mulai memasukkan Tititku ke Memek Kak Dewi dan memompanya. Sedangkan Mama menjilati payudara kak Dewi sambil menggosok2 Memeknya sendiri. Aaahhh…ohhh.. oh…. Kak Dewi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur. Kupercepat goyanganku. Aku harus membuat kak Dewi orgasme terlebih dahulu.

Beberapa saat kemudian kak dewi mengerang puas ah. a. h.. ah. ah. ah. ahhhhhhhhhhhh.. ha.. sambil nafasnya agak tersengal. Tititku terasa dijepit otot Memek Kak Dewi yang yang berkontraksi. Kucabut Tititku dan kutarik Mamaku. Lalu kumasukkan Tititku ke liang surganya dan kugoyang. Mamaku hanya mendesah kecil. Aku menikmati goyanganku. Aku lalu membalikkan tubuh Mama keatas. Mama bergoyang bagai menaiki kuda. Tanganku meremas-remas pantat Mama dan membantunya turun naik. Oooo… ahhhh….. yehhh…… erang mama sambil memejamkan matanya. Payudaranya bergantung dan bergoyang. Ohhhhh…ahhhhhhhhh….. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah. Kurasakan Mama sudah orgasme. Kupeluk Mama dan kubalikkan badannya. Kak Dewi langsung mendekat dan menjilati payudara Mama. Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi Mama telentang. Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak. Langsung kucabut Tititku dan kusemburkan ke mulut Kak Dewi dan Mama. Mereka berebutan. Spermaku muncrat kewajah mereka berdua.

Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan kak dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka. Setelah 10 menit kak Dewi keluar dari kamarku. Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan Mamaku. Dan kuakhiri dengan semburan sperma di dalam lubang Memeknya. Setelah itu Mama keluar dan mandi. Sekarang aku benar-benar betah berada di rumah, kapan saja ada saja yang melayaniku (Mama dan Kak Dewi). Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari Mama. Tapi semua sudah kuatur. Kalo siang aku mainnya sama Mama, dan kalo malam malam lagi pengen, aku mainnya sama Kak Dewi. Tapi kadang nggak tentu juga, yang mana aja. Kalo Papa nggak ada kami main bertiga. Apalagi kalo Papa keluar kota kami makin bebas tidur bersama. Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani Mama dan kak Dewi. Kejadian ini membuatku betah di rumah. Home Sweet Home.

4 komentar:

allan mengatakan...

gila u kk sendiri dipake,u ank jaksel y.kpn2 kalo pngn main ajak w donk!!w jg pngn cb kk u!!!ni fs w depan_belakangkena@yahoo.com and no hp w 021-91723019

Ayahkuotjekomara mengatakan...

aku jg mau kalau mamahku gak nolak keinginnanku..pasti lezaaaattt!!!!
asyik nambah pengalaman!!!!

Muhamad Otje komara mengatakan...

Ini adalah sebuah ilusionist tingkat tinggi yang mebuat pembaca akan terpana,sebuah keleluasaan ruang gerak yang tidak dibatasi oleh apapun meski ada sekat dan itupun sekedar kamuflase dari magnet sexualitas manusia !sangat mustahil bila hal ini terjadi !kalaupun terjadi apa kata TETANGGA ?

Wei Xuein mengatakan...

Koleksi foto-foto bokong yang seksi, semok, sekdut, montok dan bahenol

koleksi bokep ngentot memek cewek bugil yang seru dan panas

Koleksi Toket Besar dan Bulet dengan Puting Merah menantang

Video Gadis Bugil Memek Lagi Ngentot Sama Bule

Foto Hot - Cewek Jepang Telanjang Pamer Memek Indah

ABG sekarang suka Upload Susunya sendiri lewat HP

Gadis bugil lalatX ngentot memek di kamar mandi

gadis bugil seksi surabaya bispak mau ngentot meme

Mulusnya Susu ini siap untuk di emut, info cewek telanjang yang mau ngentot memek

Koleksi photo cewek Kalem dan Mulus Lagi Telanjang Full Pic

Foto HOT | Cewek Narsis Cantik Bugil di Facebook,Cewek Masturbasi Pakai Jagung Rebus

Berpose menantang sambil pamer memek

cewek panggilan jakarta buat ngentot memek semalam